Selasa, 04 Juli 2017

Petisi Petasan. Say No To PETASAN

Petisi petasan

Begini, yang ga setuju boleh bilang saya lebai, boleh bilang saya Alay.

Tapi yang saya rasakan ini sebel yang asli keluar dari hati yang paling dalam

Ceritanya saya tadi bawa motor, deket perempatan ada segerombolan anak laki laki usia sekolah dasar berkumpul, saya pertama cuek aja, tapi pas di depan mereka lalu duarrrr ada petasan meledak di udara.

Spontan saya kaget dan ngerem mendadak, lalu ada clekit saya ngerasa pada pipi saya terasa perih kayak habis kesentil. Seperti ada benda kecil tajam yang terlempar di muka saya.

Kamis, 25 Mei 2017

No Mercy

Hari ini, untuk ribuan kalinya aku berubah kembali, menjadi seorang monster menyeramkan.

Buat kedua buah hatiku sayang. Maafkan bunda anak ku. Entah masihkah tersisa sebuah kata maaf bagiku.

Ibu macam apa aku yang tega memukul, menampar dan mencubit anak sebaik dan semanis mereka.

Rasanya aku tak sanggup berdiri di depan cermin dan liat wajahku sendiri.

Dan aku masih saja mencari pembenaran atas itu semua dengan menyelahkan masa lalu, inner child yang masih belum bisa ku kendalikan.

Masa kecilku memang tidak bahagia, masih ada tumpukan luka yang masih belum tertutup sempurna. Tetapi haruskah aku menjadi sosok monster bagi anak anak ku juga.

Anak ku sayang, bisakah kita hilangkan yang terjadi hari ini dari memorimu.

Bisakah kita putar waktu ke hari kemarin.

Anakku maafkan aku atas ketidak sempurnaanku. Aku telah berbuat dzalim atas ketidak berdayaanmu.

Anakku tak sepatutnya aku begitu, bukan berarti bila aku di perlakukan dengan cara itu engkau berhak mendapatkan perlakuan yang sama.

Suatu hari aku berharap engkau membaca ini dan mengerti seberapa dalam luka di hatiku,

Inilah hidup kita, takdir kita. Kamu tidak pernah memilih terlahir dari rahimku tetapi aku yang meminta engkau kepada Nya.

Aku yang mengharapkan kehadiran mu tidak sepatutnya aku begitu.

#maaf

Rabu, 01 Februari 2017

"Bunda aku gak suka matematika"

Gadis kecil itu meringkuk di sudut kamar, sesekali bahunya naik turun, hatinya sedang kacau.

Minggu, 29 Januari 2017

Menulislah (selalu) dari hati

Belakangan ini blog ini jarang di isi, selain masih berusaha mengisinya dengan tulisan yang orisinil, alias tulisan saya sendiri. Up and down bisnis yang sempat saya jalani vukup mempengaruhi kreatifitas saya.

Selasa, 03 Januari 2017

KENALI, SADARI, HINDARI KANKER SERVIKS SEJAK DINI.

"Mbak si Anu meninggal, kabarnya sih kena kanker serviks, ih amit-amit. Jangan sampai kita kena ya. Coba si Anu ga bla..bla..bla..." obrolan selanjutnya tidak perlu di tuliskan. Tapi obrolan seperti ini sering terdengar, terutama di perkampungan.

Senin, 26 Desember 2016

Bisnis ala emak berdaster


I. Pendahuluan


Assalamualaikum Wr. Wb.


Bisnis ala emak berdaster adalah sebuah karya yang saya tulis berdasarkan sebuah pengalaman serta pengamatan.

Sebuah karya yang menjadi catatan bagi perjalanan saya yang sempat tenggelam dalam kegalauan emak emak.

Dan ternyata saya tidak sendiri, ada banyak perempuan di luar sana yang mengalami hal yang serupa dengan saya, mendambakan sebuah fase kemandirian tanpa harus meninggalkan keluarga di rumah.

Ya, bersama semakin terbukanya pasar global dan diresmikannya MEA pada awal 2016, semakin ketatlah persaingan di dunia usaha, perekonomian terasa semakin mencekik,, dan yang merasakan imbasnya paling utama adalah emak.